Ketika punya keinginan untuk bercocok tanam suatu tanaman semestinya dibarengi dengan ilmu, jangan asal modal nekat. Begitulah pengalaman saya ketika memulai untuk menanam lada.
Lada piper ningrum atau dikenal juga dengan merica umumnya orang Indonesia mengenal nama tersebut walaupun tidak mengenal bagaimana bentuk pohon dan cara tanamnya, pada waktu pertama saya berkeinginan menanam lada saya perhatikan jarang yang membudidayakannya saya mulai cari informasi tentang lada, disinilah letak kesalahan fatal yang saya alami tanpa terlebih dahulu belajar dari orang yang lebih berpengalaman. Dua tahun sudah sejak saya mulai tanam lada waktu dan biaya terbuang percuma, bibit yang saya tanam mula-mula pertumbuhannya bagus daun dan batangnya tumbuh subur akan tetapi lama kelamaan satu persatu layu, daunnya kuning terus mati hingga tersisa hanya sekitar 20% saja itupun hanya menunggu waktu untuk mati. Saya mulai cari-cari orang yang lebih dulu budidaya lada hingga saya bergabung di facebook grup "Komunitas Petani Lada Indonesia" disitu banyak saya jumpai yang lebih pakar, hingga saya ambil kesimpulan penyebab matinya lada yang saya budidaya adalah penyakit yang diakibatkan oleh busuk pangkal batang (BPB) yang belum ada penangkal yang ampuh untuk mengatasinya.
Berbekal pengalaman yang saya alami dan petunjuk Pakar maka saya mulai dengan lada sambung yang mula-mula saya sambung dengan lada hutan gagal semua, dengan pohon lada bajeueng gagal juga akhirnya saya beli melada yang lumanyan mahal saya beli untuk batang bawah. Semoga jungkirbalik saya terbayar dengan sambung melada, oya melada dengan modal mahal telah saya sambung, untuk hasilnya belum bisa saya jawab karena belum cukup umur sambungan. Nanti ketika sambungan sudah cukup umur tulisan ini akan saya sambung lagi.!!! === Salam petani lada, tetap semangat. . maaf jika tulisan amburadul.
Lada piper ningrum atau dikenal juga dengan merica umumnya orang Indonesia mengenal nama tersebut walaupun tidak mengenal bagaimana bentuk pohon dan cara tanamnya, pada waktu pertama saya berkeinginan menanam lada saya perhatikan jarang yang membudidayakannya saya mulai cari informasi tentang lada, disinilah letak kesalahan fatal yang saya alami tanpa terlebih dahulu belajar dari orang yang lebih berpengalaman. Dua tahun sudah sejak saya mulai tanam lada waktu dan biaya terbuang percuma, bibit yang saya tanam mula-mula pertumbuhannya bagus daun dan batangnya tumbuh subur akan tetapi lama kelamaan satu persatu layu, daunnya kuning terus mati hingga tersisa hanya sekitar 20% saja itupun hanya menunggu waktu untuk mati. Saya mulai cari-cari orang yang lebih dulu budidaya lada hingga saya bergabung di facebook grup "Komunitas Petani Lada Indonesia" disitu banyak saya jumpai yang lebih pakar, hingga saya ambil kesimpulan penyebab matinya lada yang saya budidaya adalah penyakit yang diakibatkan oleh busuk pangkal batang (BPB) yang belum ada penangkal yang ampuh untuk mengatasinya.
Berbekal pengalaman yang saya alami dan petunjuk Pakar maka saya mulai dengan lada sambung yang mula-mula saya sambung dengan lada hutan gagal semua, dengan pohon lada bajeueng gagal juga akhirnya saya beli melada yang lumanyan mahal saya beli untuk batang bawah. Semoga jungkirbalik saya terbayar dengan sambung melada, oya melada dengan modal mahal telah saya sambung, untuk hasilnya belum bisa saya jawab karena belum cukup umur sambungan. Nanti ketika sambungan sudah cukup umur tulisan ini akan saya sambung lagi.!!! === Salam petani lada, tetap semangat. . maaf jika tulisan amburadul.


Comments
Post a Comment