Awal tahun 2020 masa mulai merebaknya wabah corona (covid-19). Diawali dengan adanya program penanaman bibit. salah satu program unggulan dari DISHUT (Dinas Kehutanan), kami kelompok tani hutan Silva Lestari ada pengadaan kegiatan penanaman bibit untuk dibagikan kepada masyarakat, dengan adanya agenda tersebut maka kami harus menyiapkan lahan tempat penyemaian untuk 20 ribu bibit yang membutuhkan lokasi lebih kurang 1000 Meter.
Lokasi kebun yang telah menjadi semak belukar karena ada rumah yang telah lama tidak dihuni menjadi pilihan letaknya sangat strategis. Dekat dengan jalan raya sumber air ada sumur, dekat sungai sehingga untuk kebutuhan air untuk kebutuhan penyiraman sangat terjamin.
Untuk keperluan pembibitan kami siapkan tempat pemasangan naungan, saya pasang pohon pinang sebagai tiang penyangga pemasangan paranet naungan.
Namun tunggu punya tunggu, sudah berbulan-bulan program pembibitan tak ada kabarnya lagi, hingga tiang penyangga naungan lapuk dimakan usia.
Dengan tidak adanya kabar dari pihak kehutanan perkara pembibitan, maka kebun yang luas seluruhnya lebih kurang 1/5 hektar saya dan teman yang juga termasuk anggota kelompok mencanangkan kegiatan lain berhubung kegiatan lain di batasi dengan "jam malam" karena corona, lahan yang kami persiapkan untuk pembibitan kami sulap menjadi lahan tanam pakan untuk ternak kambing.
Istilahnya "Tak ada rotan akar pun jadi" mungkin cocok untuk lokasi kami, karena tidak ada lagi program pembibitan dari DISHUT daripada terbengkalai apa yang sudah diusahakan, lebih baik tanam rumput untuk pakan kambing. Mulailah saya tanam rumput odot, lamtoro, gamal pagar, dan indigofera.
Dengan adanya program penanaman bibit DISHUT walaupun sampai sekarang belum terealisasi. Alhamdulillah, saya dan kawan punya lahan tanam pakan kambing dan sayuran.
Semua kegiatan dan usaha butuh proses, dana dan waktu. Nah, Ketika saya menanam pakan kambing, bulan puasa pun menjelang, Sambil menunggu pakan kambing tumbuh besar.
"Bagaimana kalau kita tanam sayuran untuk kebutuhan bulan puasa?"... kata kawan saya,
Mulailah kami olah tanah untuk tanam sayuran kebutuhan bulan puasa terong, gambas, sawi, bayam, sampai-sampai naungan bibit DISHUT menjadi "Rangkang" rambatan labu air.
Saat ini kebun tersebut boleh dikatakan gado-gado DISHUT, pakan kambing dan sayuran. Seperti yang saya katakan diatas dana dan waktu tidak bisa di tawar.
Setiap usaha pasti akan ada hasil. Untungrugi sudah di depan mata namun usaha harus tetap jalan, doakan usaha saya dan kawan sukses, juga wabah corona cepat berlalu!!. semua yang dicita-citakan dapat menghasilkan dan bisa menjadi sumber pemasukan keluarga.
Oooya!!! Ketika labu saya sudah naik ke tempat rambatannya pihak DISHUT memberi kabar bahwa kegiatan pembibitan KBR (Kebun Bibit Rakyat) Kelompok Tani Hutan (KTH) SILVA LESTARI sudah keluar.
Nah, apa nasib labuku.???
#Dishut
#KBR
#covid-19
#KTH. Silva Lestari
#Ternak Kambing
#Petani sayur
Lokasi kebun yang telah menjadi semak belukar karena ada rumah yang telah lama tidak dihuni menjadi pilihan letaknya sangat strategis. Dekat dengan jalan raya sumber air ada sumur, dekat sungai sehingga untuk kebutuhan air untuk kebutuhan penyiraman sangat terjamin.
Untuk keperluan pembibitan kami siapkan tempat pemasangan naungan, saya pasang pohon pinang sebagai tiang penyangga pemasangan paranet naungan.
Namun tunggu punya tunggu, sudah berbulan-bulan program pembibitan tak ada kabarnya lagi, hingga tiang penyangga naungan lapuk dimakan usia.
Dengan tidak adanya kabar dari pihak kehutanan perkara pembibitan, maka kebun yang luas seluruhnya lebih kurang 1/5 hektar saya dan teman yang juga termasuk anggota kelompok mencanangkan kegiatan lain berhubung kegiatan lain di batasi dengan "jam malam" karena corona, lahan yang kami persiapkan untuk pembibitan kami sulap menjadi lahan tanam pakan untuk ternak kambing.
Istilahnya "Tak ada rotan akar pun jadi" mungkin cocok untuk lokasi kami, karena tidak ada lagi program pembibitan dari DISHUT daripada terbengkalai apa yang sudah diusahakan, lebih baik tanam rumput untuk pakan kambing. Mulailah saya tanam rumput odot, lamtoro, gamal pagar, dan indigofera.
Dengan adanya program penanaman bibit DISHUT walaupun sampai sekarang belum terealisasi. Alhamdulillah, saya dan kawan punya lahan tanam pakan kambing dan sayuran.
Semua kegiatan dan usaha butuh proses, dana dan waktu. Nah, Ketika saya menanam pakan kambing, bulan puasa pun menjelang, Sambil menunggu pakan kambing tumbuh besar.
"Bagaimana kalau kita tanam sayuran untuk kebutuhan bulan puasa?"... kata kawan saya,
Mulailah kami olah tanah untuk tanam sayuran kebutuhan bulan puasa terong, gambas, sawi, bayam, sampai-sampai naungan bibit DISHUT menjadi "Rangkang" rambatan labu air.
Saat ini kebun tersebut boleh dikatakan gado-gado DISHUT, pakan kambing dan sayuran. Seperti yang saya katakan diatas dana dan waktu tidak bisa di tawar.
Setiap usaha pasti akan ada hasil. Untungrugi sudah di depan mata namun usaha harus tetap jalan, doakan usaha saya dan kawan sukses, juga wabah corona cepat berlalu!!. semua yang dicita-citakan dapat menghasilkan dan bisa menjadi sumber pemasukan keluarga.
Oooya!!! Ketika labu saya sudah naik ke tempat rambatannya pihak DISHUT memberi kabar bahwa kegiatan pembibitan KBR (Kebun Bibit Rakyat) Kelompok Tani Hutan (KTH) SILVA LESTARI sudah keluar.
Nah, apa nasib labuku.???
#Dishut
#KBR
#covid-19
#KTH. Silva Lestari
#Ternak Kambing
#Petani sayur




Comments
Post a Comment